Beda Pinjaman Umum Versi RCI

Berbagai jenis pinjaman saat ini, telah hadir ditengah masyarakat Indonesia. Izinkan penulis “Maricsa” untuk menyampaikan sedikit ulasan melalui blog ini, mudah-mudahan dapat menjadi manfaat untuk semua.

Sebelum saya sampaikan tentang, Bagaimana caranya untuk mendapatkan Perputaran Dana Pinjaman DENGAN BUNGA 0%, ada baik kita mengenal terlebih dahulu beberapa pinjaman yang ada saat ini. Mulai dari yang berbunga kecil sampai dengan yang mencekik leher pemakainya.

1. Pinjaman pada bank-bank bertaraf nasional, baik itu yang berstatus Negeri maupun berstatus Swasta Nasional (maaf saya tidak menyebutkan nama lembaganya disini). Pada umumnya kelompok bank yang sudah mapan dan memiliki nasabah sampai jutaan orang, umumnya mempunyai ciri-ciri seperti berikut ini :

a) Mereka memiliki jutaan nasabah, yang dengan ikhlasnya setiap nasabah yang menabung pada bank tersebut dikenakan potongan antara 5.000 rupiah s/d 20.000 rupiah per bulannya, dan apabila kita ambil garis tengah dari biaya administrasi ini. Ditemukan angka kira2 10.000 rupiah perbulan yang dipotongkan pada rekening nasabah, baik yang tabungannya dibawah 500.000 maupun yang menabung diatas 500.000 hingga ratusan juta rupiah.

Kalaulah saja bank tersebut memiliki nasabah 10 juta orang (anggap masing-masing 1 rekening saja), artinya perbulan bank tersebut sudah mendapatkan income 10 Juta x 10.000 = Rp. 100 Milyar per bulannya. Coba anda kalikan 1 tahun , akan menghasilkan angka 1,2 Trilyun.

b) Ada sedikit yang lebih parah lagi, Apabila saldo tabungan anda = 100.000,- , maka alamat tidak bisa diambil sama sekali. Artinya masyarakat sudah memberikan modal gratis yang tidak perlu dikembalikan, coba kita hitung lagi,  seandainya ada 1 juta orang yang memiliki rekening tabungan seperti ini , itu berarti masyarakat sudah memberi modal Cuma-Cuma/gratis kepada bank tersebut sebesar :

Rp. 100.000,- x 1 juta orang = Rp. 100 Milyar, juga. ENAK SEKALI YA, PRAKTEK SEPERTI INI MEMILIKI LEGALITAS YANG SAH, SIAPA PUN TIDAK BISA MENGGUGATNYA DI REPUBLIK INI.

(kalau menurut Maricsa, kelakuan seperti ini, tidak jauh bedanya dengan pencurian pulsa handphone akhir-akhir ini)

c) Lalu Bagaimana dengan Kredit,Turunnya mental para banker dengan sikap yang lebih senang memberikan kredit kepada usaha-usaha besar saja. Toh keuntungan yang mereka peroleh akan sama saja, dengan memberikan kredit kepada beberapa usaha dengan nilai milyaran rupiah, daripada memberikan kredit kepada kurang lebih 40 juta orang di Indonesia yang bergerak di sector informal, (pedagang kecil, warung-warung kecil dsbnya)CAPEH DEEH !!! .

d) Ya, memang bunga pinjaman yang mereka berikan tidak separah kelompok bank daerah ataupun BPR.

e) Tetapi INGAT syaratnya :

  • Harus ada usaha / slip gaji
  • Cek Bank Indonesia.
  • Jaminan/agunan
  • Survey lokasi rumah/calon nasabah
  • Biaya survey dibayar dimuka (diterima atau ditolak biaya survey hilang/tidak kembali)
  • Dll. (yang sudah umum dilakukan dan sah/legal)

RINGKAS CERITA KIRA-KIRA SEPERTI ITU KONDISINYA, Namun timbul pertanyaan di benak Maricsa ?

“Kira-kira yang 40 Juta orang yang berada pada sector informal tadi dapat pinjaman modal dari mana ?  “

INI DIa yang jadi masalah, Kemana hendak mengadu ?

Tunggu dulu…. Kita lihat sejenak !   … … rupanya yang 40 juta ini adalah bagian yang harus mendapatkan :

a) Bunga pinjaman yang cukup tinggi mulai dari 5% per bulan sampai dengan 30% per bulan…. !!!

b) Dan termasuk di dalamnya yang 40 juta ini adalah para donator yang dengan iklas memberikan sumbangannya sebesar Rp. 100.000,- , untuk disumbangkan pada bank di atas (no.1) tanpa mengharap uangnya kembali.

(Sungguh mulia hati orang yang 40 Juta Ini), walaupun dia kekurangan mau berbagi dengan orang yang jauh tingkat ekonominya dibandingkan dengan dirinya sendiri.

c) Tentang derita jutaan rakyat Indonesia yang mendapatkan bunga 33% perbulan, sudah Maricsa tulis di http://www.upinzero.wordpress.com

 Coba kita perhatikan sejenak gambar susunan tata surya diatas ini !

  • Bagaimana bulan mengelilingi bumi ?
  • Bagaimana bumi dan bulan mengelilingi matahari ?
  • Bagaimana matahari berputar pada porosnya ?
  • Kenapa jarak lintasan masing-masing orbit berbeda antara planet yang satu dengan yang lainnya ?

DENGAN DASAR SYSTEM KERJA GAMBAR DI ATAS LAHIRLAH SEBUAH SYSTEM TERBARU DI DUNIA, SYSTEM INI SANGAT SESUAI DENGAN UUD 1945, KHUSUSNYA PASAL 33.

Untuk Keterangan lebih lanjut, nantikan artikel berikutnya yang akan Maricsa postingkan di blog upinzero.wordpress.com

Bagi anda pembaca yang terhormat, ingin segera mengetahui lebih bisa juga langsung klik link berikut ini :

website http://www.roll-cash.com

Atau hubungi saya langsung untuk calon nasabah/peserta yang berada di kota Tangerang dan sekitarnya di no. Hp 082-111-883-555


Dampak Bunga Uang, RIBA !!

Follow @JoinRc

Angsuran yang ke Berapa  Omm,……  ?

Tanya seorang Ibu Pada seorang petugas Koperasi Harian, Lalu petugas tadi memberikan potongan kecil dari lembaran kertas berwarna kuning itu pada pemilik warung kecil yang berdagang kebutuhan harian.

Tadi sekelumit cerita hitamnya ekonomi rakyat pada lapisan bawah……  Mungkin anda sudah tahu atau ingin mengetahui berapa besarnya bunga yang harus dibayar oleh ibu pemilik warung tadi !

Hasil Survey menunjukan, sebagai estimasi saja :

POKOK Hutang Rp. 1.000.000,-

Terima uang saat pinjaman turun Rp.  900.000,-

Lalu membayar angsuran sebanyak  40 x 30.000  = 1.200.000,-

Angsuran dibayar setiap hari selama 40 Hari. Jika dihitung Tingkat bunganya adalah :

Rp. 1.200.000 – Rp. 900.000 = Rp. 300.000,-

Jadi bunga uang untuk 40 hari pemakaiannya adalah :

Rp. (300.000/900.000) x 100% =  33,3 %

Yang membuat saya semakin tertegun adalah bahwa yang melakukan hal ini adalah sebuah Koperasi (atas namanya, prakteknya ……… ) , terus…. setelah ditelusuri kenyataan dilapangan, bahwa sumber dana koperasi jenis ini adalah dari : a) dari pemilik modal pribadi, b) dari BPR, c) dari bank swasta.dstnya.

Bila kita runut sampai ke atas sumber adalah dari Bantuan Luar negeri juga. (artinya kapitalis luar negeri sudah dengan mudahnya menjadikan masyarakat indonesia sebagai mangsanya)

OK. Sampai, saya renungkan lagi … Berapa orang di republik ini yang menggunakan dana jenis ini ; mari kita estimasi lagi :  Kita ambil angka estimasi yang terkecil saja.

pada Sector Informal ada kurang lebih 40. Juta orang pelaku ekonominya, bila di ambil 10% saja ditemukan angka sebanyak 4.000.000,-  orang indonesia yang menggunakan jasa pinjaman dengan jenis ini.

Kita hitung jika 4 juta orang meminjam @ Rp 900.00,- artinya ditemukan angka pembayar bunga :

4.000.000,- orang x 300.000 = 1.200.000.000.000,-  (1,2 trilyun rupiah)/ per 40 harinya

Artinya dalam 1 tahun 365/40 = 9 x 1,2 T = 10,8 Trilyun Rupiah

(BEBAN BUNGA YANG HARUS DIKELUARKAN HANYA UNTUK KAPITALIS)

Semoga anda tidak bosan ikut menghitung angka-angka ini.

Dan kenyataan yang ditemui dilapangan, angkanya jauh diatas perhitungan diatas tadi ( Bisa mencapai ratusan T)

PERTANYAANNYA SEKARANG APAKAH KITA SEMUA MASIH INGIN MENGEMUKAN KELOMPOK KAPITALIS INI ?

Hingga kini mereka masih menggunakannya, KENAPA  ?

Mereka BUTUH dana untuk kelangsungan hidupnya,  dan tidak ada pilihan lain !!

Bagaimana bila ada cara yang lebih baik, sederhana ?

Anda mendapatkan Perputaran Dana Pinjaman dengan BUNGA 0% ?  MAU ?

Untuk Info klik http://www.roll-cash.com/

Atau hubungi saya langsung untuk calon nasabah/peserta yang berada di kota Tangerang dan sekitarnya di no. Hp 082-111-883-555

PESAN BAPAK BANGSA TENTANG “EKONOMI KERAKYATAN”

Follow @JoinRc

Apakah Kita Sudah Merdeka Secara Ekonomi  ?

Legalitas kemerdekaan sebagai sebuah negara telah dimiliki, yang setiap tahun dirayakan baik oleh pemerintah maupun rakyat Indonesia. Merdeka … Merdeka… Merdeka.., gaungnya masih teringat  dengan jelas di telinga kita. Bapak bangsa indonesia, Soekarno, Hatta, Tan Malaka, dan banyak lagi….. yang menginginkan Indonesia menjali sebuah negara yang kuat baik secara fisik, maupun secara ekonomi.

Namun, perbedaan antara terjajah dan merdeka tampaknya tidak memiliki makna apa-apa lagi bagi sebagian besar ekonom. Dalam pandangan para ekonom yang saya sebut sebagai ekonom arus utama ini, identitas sebuah Negara tidak memiliki makna lain selain untuk kepentingan statistik belaka.

Demikian halnya ketika berbicara mengenai perkembangan ekonmi, yang menjadi pusat perhatian mereka tidak lebih dari sekedar data-data statistik seperti pertumbuhan ekonmi, peran investasi, peran konsumsi, tingkat inflasi, tingkat suku bunga, dan paling jauh mengenai tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Cara pandang seperti itu jelas sangat bertolak belakang dengan cara pandang para Bapak Pendiri Bangsa. Bung Karno, misalnya, ketika berbicara mengenai politik perekonomian Inodnesia, secara jelas membedakan antara ekonomi kolonial dengan ekonomi nasional.

Menurut Bung Karno, ekonomi Indonesia yang berwatak kolonial setidak-tidaknya memiliki tiga ciri    sebagai berikut. Pertama, diposisikannya perekonomian Indonesia sebagai pemasok bahan mentah bagi negara-negara industri maju. Kedua, dijadikannya perekonomian Indonesia sebagai pasar produk negara-negara industri maju. Ketiga, dijadikannya perekonomian Indonesia sebagai tempat untuk memutar kelebihan kapital yang terdapat di negara-negara industri maju.

Dengan latar belakang seperti itu, ekonomi Indonesia merdeka, yang oleh Bung Karno disebut sebagai ekonomi nasional, haruslah merupakan koreksi total terhadap ciri-ciri ekonomi kolonial tersebut.

Sejalan dengan Bung Karno, Bung Hatta lebih memusatkan perhatiannya terhadap struktur sosial ekonomi yang diwarisi Indonesia dari pemerintah Hindia Belanda.

Menurut Bung Hatta, struktur sosial-ekonomi Hindia Belanda ditandai oleh terbaginya masyarakat Indonesia atas tiga strata sebagai berikut. Pertama, kelas atas yang makmur diisi oleh bangs Eropa. Kedua, lapis tengah yang menguasai perdagangan diisi oleh warga timur asiing. Ketiga, kelas bawah yang miskin diisi kaum pribumi.

Sebab itu, menurut Bung Hatta, sebagai koreksi terhadap ekonomi kolonial, ekonomi Indonesia merdeka harus ditandai oleh bangkitnya kaum pribumi sebagi tuan di negeri mereka sendiri.

Perjuangan para Bapak Pendiri Bangsa untuk mewujudkan ekonomi Indonesia merdeka itu jelas sangat bertentangan dengan kepentingan kaum kolonial.s ebab itu, tidka heran, bila mereka hampir terus-menerus berusaha menjegal rencana tersebut.

Hal itu antara lain mereka lakukan dengan melakukan agresi pertama dan kedua segera setelah proklamasi. Selanjutnya, melalui Konferensi Meja Bundar (KMB), mereka berusaha memaksa Indonesia untuk membayar pampasan perang dan menanggung warisan utang luar negeri pemerintah Hindia Belanda, masing-masing sebesar US$ 2,5 milyar dan US$ 4 milyar.

Dengan latar belakang seperti itu, jika disimak perjalanan ekonomi Indonesia selama 60 tahun belakangan ini, hanya dalam era pemerintahan Soekarno rencana untuk mewujudkan ekonomi merdeka melalui proses demokratisasi ekonomi itu benar-benar pernah dilaksanakan, yaitu melalui pengembangan koperasi dan dilakukannya nasionalisasi perusahaan-perusahaan asing dalam periode 1956-1964.

Setelah itu, terutama setelah masuknya Mafia Berkeley sebagai bagian dari kekuasaan pada awal pemerintahan Soeharto, kaum kolonial secara sistematis berhasil menghentikan proses tersebut. Bahkan, terhitung sejak diterbitkannya UU No. 1/1967 tentang Penanaman Modal Asing (PMA), mereka berhasil melakukan koreksi ulang sesuai dengan selera dan kepentingan mereka.

Lebih-lebih setelah ekonomi Indonesia mengalami krisismoneter pada 1997/1998 yang lalu. Melalui penyelenggaraan sejumlah agenda ekonomi neoliberal yang dikomandoi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, upaya untuk mewujudkan ekonomi merdeka tidak hanya terhenti secara praksis. Tetapi secara sempurna mengalami koreksi hingga ke tingkat konstitusi.

Belakangan, melaluo penyusunan UU Penanaman Modal, kaum kolonial tampaknya sedang berusaha keras untuk menuntaskan rencana jahat tersebut.

Demikianlah, jika disimak secara keseluruhan, rasanya tidka terlalu berlebihan bila perjalanan ekonmi Indonesia sejak proklamasi hanya layak dipahami sebagai sebuah perjalanan dari kolonialisme menuju neokolonialisme. Quo vadis ekonom arus utama?

LIHATLAH KENYATAANNYA, Kala para pedagang kaki lima itu kita tempatkan sebagai bagian dari sektor nformal. Maka justru para pedagang kaki lima dan sektor informal itulah yang dalam perjalanan perekonomian Inodnesia selalu menjadi tulang punggung dan penyelamat. Resesi ekoni awal tahun 1980-an, walaupun Pemerintah harus mendevaluasi rupiah toh perekonomian menggeliat dan kembali bergerak justru karena sektor informal. Peristiwa itu berulang kembali saat krisis 1997/1998, atau bahkan hingga hari ini saat sektor riil menjerit karena jatuhnya daya beli dan rendahnya fungsi intermediasi perbankan. Sekitar 40 juta sektor informal lagi-lagi menunjukkan keperkasaannya dengan keberhasilannya mendorong pertumbuhan ekonomi melaluo konsumsi.

Fakta ini tidak ada yang mampu mengingkari   !!

Ironinya fakta itu tidak sebagai fakta. Pemerintah pun tidak terlalu berani memberikan pembiayaan melaluo alokasi dan distribusi APBNnya di saat perbankan kesulitan mendapatkan sektor informal yang feasible dan bankable. Sementara mentalitas bankir masih belum berubah. Buat apa memberikan kredit yang kecil-kecil kepada jutaan sektor informal. Toh keuntungannya akan sama dengan memberikan kredit yang besar kepada dua atau tiga pelaku bisnis.

MELIHAT KENYATAAN INI, AKHIRNYA LAHIRLAH SEBUAH SYSTEM TEROBOSAN BARU UNTUK MENYAMBUNG CITA-CITA BAPAK BANGSA INDONESIA,

system Perputaran Uang Pinjaman dengan bunga 0%

“Roll Cash Indonesia (RCI) “

yang dapat digunakan oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia. SIAPA PUN ANDA!

Semua orang berhak untuk mengembangkan usaha/kegiatan ekonominya sehingga dapat meningkatkan taraf kehidupannya. System Roll Cash Indonesia BISA membantu perputaran usaha dengan pinjaman tanpa bunga (0%), Besarnya Nominal Pinjaman akan naik 2x lipat setiap peserta menyelesaikan Siklus Pinjaman.

Apakah anda memiliki pinjaman yang berbunga ?

Apakah anda, ingin mendapatkan perputaran dana pinjaman dengan tingkat bunga 0% ?

Tinggalkan Pinjaman dengan system bunga dan Dapatkan Perputaran dana pinjaman bebas bunga disini !

GUNAKAN !!! “ROLL CASH INDONESIA” UNTUK BERBAGAI KEPERLUAN  ANDA * DANA BEBAS BUNGA * TANPA JAMINAN * TANPA CEK BI SEMUA BISA MENGGUNAKANNYA *

 system Roll Cash Indonesia Dapat juga di pergunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan dana (MENABUNG) dengan jumlah tertentu (Dana ditransfer ke rekening BANK ANDA, artinya dana pinjaman anda jadikan sebagai tabungan = pengembalian 0% bunga) , dan pengembaliannya dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh system RCI.

Dana bisa dipergunakan untuk persiapan masuk sekolah, kuliah, dan persiapan dana untuk berbagai keperluan Lainnya.

System tidak memakai agunan/jaminan sama sekali dan System tidak mengenal anda secara pribadi (Tidak ada survey Lokasi Rumah anda), tidak ada cek BI (Bank Indonesia) apakah anda pernah mengalami kredit macet atau tidak ?

System RCI Memberikan Pinjaman Dengan Bunga 0% . Besarnya Pinjaman akan naik secara berkala.

Catatan : Apabila dalam siklus pemberian pinjaman dan pembayaran pinjaman anda berjalan dengan track record yang baik, maka pinjaman pada siklus berikutnya akan naik menjadi 2 x lipat daripada siklus yang sebelumnya.

 PINJAMAN ROLL CASH INDONESIA TERDIRI DARI 3 PAKET :

1.  SILVER (TOTAL PERPUTARAN DANA Pinjaman Rp. 20,1 Jt)

2.  GOLD (TOTAL PERPUTARAN DANA Pinjaman Rp. 160,2 Jt)

3. PLATINUM ((TOTAL PERPUTARAN DANA Pinjaman Rp. 324 Jt)

Untuk Pendaftaran dan Konsultasi menghubungi saya langsung bagi  calon nasabah/peserta yang berada di kota Tangerang dan sekitarnya di no. Hp 082-111-883-555

ROLL-CASH INDONESIA, adalah Pilihan Tepat untuk perubahan perekonomian yang mendasar.  Yang dapat mengurangi beban bunga secara nasional.

Sebuah system perputaran dana pinjaman YANG SPEKTAKULER dengan bunga 0%. Sesuai dengan Syariah Islam, Bebas RIBA.

Nilai Pengembalian DANA = Besarnya Nilai Pinjaman

Info lebih Lengkap , klik http://www.roll-cash.com/